Fasad Bangunan

Pengertian Fasad Bangunan

Mengenal Fasad atau Facade bangunan dalam kajian arsitektur. Secara etimologis, kata fasad atau facade (inggris) memiliki akar kata yang cukup panjang. Fasad berasal dari bahasa Prancis yaitu facade atau faccia. Facciata sendiri berasal dari bahasa Itali, sedangkan faccia dalam bahasa latin yag diambil dari kata faccies dan pada perkembangannya menjadi face dalam bahasa inggris. Face mengartikan wajah atau muka, merupakan sisi depan kepala manusia, demikian pula bagi sebuah bangunan.

Menurut (Sastra, 2013), dalam bidang arsitektur facad berarti sebuah wajah bangunan atau bagian muka atau depan suatu bangunan. Fasad merupakan bagian yang sangat penting dari sebuah karya arsitektur, karena elemen ini merupakan bagian yang selalu pertama kali diapresiasi oleh publik ( penikmat karya arsitektur ).

Fasad atau facade bangunan merupakan bagian yang penting dari sebuah karya arsitektur, karena elemen ini merupakan bagian yang selalu pertama kali diapresiasi, dilihat, dan dinilai oleh publik (penikmat karya seni arsitektur), maupun orang yang tidak tahu akan dunia seni arsitektur sekalipun. Dengan demikian akan menjadi sangat jelas bahwa fasad atau facade atau tampak muka suatu depan suatu bangunan merupakan unsur yang penting dan tidak bisa dipisahkan atau dihilangkan dari sebuah desain dalam perancangan bangunan.

Fasad atau facade bangunan adalah sebuah tampak luar dari bangunan dan merupakan sebuah komponen arsitektur yang berpengaruh terhadap desain bangunan secara keseluruhan. Fasad atau facade juga dikenal dengan istilah pelapis bangunan (Cladding), dari fasad tersebut kita dapat menangkap karakter, kesan, keunikan, serta keindahan dan makna/arti dari bangunan tersebut.

Tipe Fasad Bangunan (Gedung)

Secara umum tipe fasad bangunan dibagi menjadi 4 sistem yaitu:

No Sistem Fasade Gambar
1 Sistem Windows Wall
2 Sistem Shop Front
3 Sistem Curtain Wall
4 Sistem Cladding Panel

Fungsi Fasad Bangunan

Fungsi fasad bangunan selain sebagai memperindah tampilan luar bangunan fasad bangunan juga berfungsi sebagai berikut:

Fungsi Estetika

Fungsi fasad bangunan mempunyai fungsi estetika yaitu memberikan nilai keindahan bangunan karena elemen ini merupakan bagian yang selalu pertama kali diapresiasi, dilihat, dan dinilai oleh publik (penikmat karya seni arsitektur), maupun orang yang tidak tahu akan dunia seni arsitektur sekalipun. Dengan demikian akan menjadi sangat jelas bahwa fasad atau facade atau tampak muka suatu depan suatu bangunan merupakan unsur yang penting dan tidak bisa dipisahkan atau dihilangkan dari sebuah desain dalam perancangan bangunan.

Fungsi Kenyaman

Selain fungsi estetika fasad bangunan juga harus mempunyai fungsi kenyamanan yaitu memberikan perlindungan dari sinar matahari agar orang didalam bangunan merasa nyaman dari suhu luar ruangan (Thermal Comfort), kenyaman pandangan (Visual Comfort) dan Kenyaman Pendengaran (Acoustic Level).

Standar temperatur

- SNI 03-6390-2011

- Permen Energi & Sumber Daya Mineral RI no.13 tahun 2012

  • Suhu Ruang Kerja (Rumah Tinggal) : 24° - 27° celcius
  • Kelembaban Relatif 60 ± 5%

Fungsi Keamanan

Selain estetika dan kenyaman fungsi fasad bangunan yang tidak kalah pentingnya yaitu fungsi keamanan. Pemakaian sistem fasad harus memberikan keamanan terhadap orang yang ada di dalam dan di luar bangunan.

  1. Kuat terhadap pengaruh tekanan angin maksimum yang dipersyaratkan baik P (+) maupun P (-).
  2. Mampu mencegah masuknya volume udara sampai batas volume dan tekanan yang di persyaratkan.
  3. Mampu mencegah masuknya air ke dalam ruangan sampai batas tekanan yang dipersyaratkan.
  4. Mampu mencegah rambatan api antar ruangan sampai batas waktu yang dipersyaratkan.
  5. Mampu mencegah agar orang tidak jatuh dari jendela (Menurut SNI 03-0573-1989 - Bukaan maksimal jendela adalah 100 mm).

Jenis - Jenis Material Fasad Bangunan

Batu Alam

Batu alam memiliki banyak ragam jenis bentuk, tekstur yang alami, warna, dan lain-lain.  Beberapa jenis batu alam yang populer diantaranya batu alam andesit, slateston, sandtone, dan lain-lain. Batu alam sudah banyak digunakan sebagai material fasad dari masa ke masa. Dengan bentuk, tekstur, dan warna yang khas, fasad dari batu alam mampu memberikan nuansa alami dan kesan tersendiri pada bangunan rumah. Di samping itu, batu alam juga memiliki ketahanan yang baik terhadap cuaca dan kelembapan udara, tetapi tergantung pada jenis batu alamnya.

GRC Board

Material yang bisa digunakan sebagai fasad bangunan rumah yaitu material GRC. GRC adalah singkatan dari Glass Reinforced Concrete atau dikenal juga dengan Glass Fibre Reinforced Concrete. Merupakan material campuran dari beton dan serat kaca berdaya tahan tinggi dan tahan alkali.  Keunggulan utama dari GRC board dibandingkan dengan alternatif panel beton lainnya yaitu bobotnya yang lebih ringan dan bisa dibentuk sesuai desain/custom dbesain.

Beton (Concrete)

Bangunan-bangunan rumah kontemporer identik dengan material beton, karena material beton ini memiliki banyak kelebihan. Beton merupakan material yang memiliki nilai estetika yang khas pada tekstur dan warnanya. Tekstur dari beton sangat digemari karena memberikan daya tarik pada pengaplikasiannya sebagai finishing interior maupun fasad bangunan rumah. Beberapa kelebihan dari material beton ialah dari segi ketahanannya, beton terbilang memiliki ketahanan yang sangat baik. Dari segi kepraktisan, material beton ini cukup praktis karena tidak membutuhkan pelapis khusus untuk mencegah mengalami pelapukan.

Bata Ekspos

Secara umum bata ekspos memberikan kesan unfinished style yang begitu khas, biasanya digunakan pada gaya desain interior industrial, rustic, atau bahkan tradisional. Dengan perkembangan arsitektur saat ini, tidak ada salahnya material bata ekspos ini di gunakan sebagai fasad bangunan rumah.  Penerapan konsep bata ekspos sebagai fasad rumah juga terbilang murah jika dibandingkan dengan material lainnya.

Kayu

Material kayu merupakan material yang istimewa karena mampu memberikan nuansa hangat, klasik, dan mempesona pada bangunan rumah. Warna dari kayu yang alami hingga serat-seratnya yang unik di setiap porosnya membuat material kayu ini menjadi salah satu material favorit untuk digunakan sebagai fasad bangunan rumah.

Dibutuhkan kecermatan dalam memilih material kayu yang digunakan sebagai fasad bangunan rumah, dengan alasan sifat dari kayu itu sendiri yaitu kayu rentan mengalami pelapukan saat terpapar kelembapan tinggi, terkena sinar matahari secara terus menerus, dan perubahan suhu ekstrim. Material kayu yang cocok digunakan diluar ruangan atau digunakan sebagai fasad bangunan rumah, misalnya menggunakan material kayu bengkirai dan kayu ulin. Kedua kayu tersebut memiliki ketahanan yang baik terhadap cuaca sehingga resiko lapuk relatif rendah. Langkah untuk pencegahan supaya tidak cepat lapuk, alangkah baiknya menambahkan lapisan pelindung khusus kayu sekaligus membuat tampilan kayu menjadi lebih cantik.


Referensi:
Gambar : www.google.com

INFO : Jika ada yang ingin Donasi / Support, bisa via Saweria. Terimakasih