Bekisting

Pengertian Bekisting

Menurut Stephens (1985), formwork atau bekisting adalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beban selama beton dituang dan  dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Dikarenakan berfungsi sebagai cetakan sementara, bekisting akan dilepas atau dibongkar apabila beton yang dituang telah mencapai kekuatan yang cukup.

Menurut fungsinya dapat dibedakan antara bekisting untuk beton dan beton bertulang yang menampung dan membentuk beton ditempatnya, dan perancah yang menampung bekisting dengan beton basah sampai dengan beton kering dan kuat (Heinz Frick, Moediartianto, 1977),

Menurut Trijeti (2011), bahan bekisting dapat dikatakan baik apabila memenuhi beberapa persyaratan, antara lain tidak bocor dan tidak menghisap air dalam campuran beton, harus mempunyai tekstur seperti yang ingin dihasilkan, kekuatan bekisting harus diperhatikan, dimensi sesuai dengan perencanaan. Ketelitian (presisi) ukuran (siku, lurus, dimensi tepat), kebersihan dalam bekisting diperiksa sebelum penuangan beton, mudah untuk penyetelan dan pembongkaran.

Fungsi Bekisting

Pada umumnya sebuah bekisting serta alat-alat penopangnya merupakan sebuah konstuksi yang bersifat sementara dengan tiga fungsi utama, yaitu :

  1. Untuk memberikan bentuk kepada sebuah konstruksi beton.
  2. Untuk memperoleh struktur permukaan yang diharapkan.
  3. Untuk memikul beton, hingga konstruksi tersebut cukup keras untuk dapat memikul diri sendiri, peralatan dan tenaga kerja.

Syarat Bekisting

Konstruksi - konstruksi bekisting sebaiknya direncanakan dan dilaksanakan sedemikian rupa, sehingga konstruksi beton yang dihasilkan dapat memenuhi persyaratan seperti :

Kualitas Keamanan Ekonomis
Ukuran harus sesuai dengan yang diinginkan. Acuan dan perancah harus stabil pada posisinya. Mudah dikerjakan dan tidak banyak membutuhkan tenaga kerja.
Posisi letak acuan dan perancah harus sesuai dengan rencana. Kokoh yang berarti acuan dan perancah harus kuat menahan beban yang bekerja. Mudah dipasang (dirangkai) untuk menghemat waktu.
Hasil akhir permukaan beton harus baik, tidak ada acuan yang mengalami kebocoran. Acuan dan perancah harus kaku tidak bergerak dan bergeser dari posisinya. Dapat menghemat biaya.

Item Bekisting

Bekisting disebut juga acuan dan perancah. Acuan yaitu bagian dari konstruksi bekisting yang berfungsi untuk membuat cetakan beton sesuai yang diinginkan. Suatu konstruksi acuan yang telah dibuat dan akan dipakai harus kuat untuk menahan beban yang masih basah dan liat. Konstruksi acuan sendiri terdiri dari papan cetakan dan pengaku cetakan. Dalam sebuah konstruksi acuan dibagi dalam dua macam, yaitu :

  1. Acuan tetap adalah acuan yang dipasang untuk tidak dibongkar lagi dan acuan tersebut tidak mengurangi kekuatan dan tidak berpengaruh buruk pada konstruksi bangunan.
  2. Acuan tidak tetap adalah acuan yang dipasang dan dapat dibongkar setelah beton cukup kuat untuk menahan bebannya sendiri. Contoh bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan acuan sementara adalah papan kayu, plywood, panel-panel baja, fiberglass dan lain-lain.

Tipe Bekisting

Berdasarkan jenisnya, secara garis besar tipe dari bekisting dibedakan menjadi 3, yaitu :

1. Bekisting Konvensional

Material utama bekisting konvensional adalah kayu. Kelebihan dari sistem konvensional ini adalah fleksibilitas yang tinggi. Sedangkan kekurangan dari bekisting konvensional adalah dalam pengerjaannya membutuhkan waktu yang relatif lama dan material bekisting yang harus dibeli ulang.

2. Bekisting Semi Modern

Tipe bekisting semi modern merupakan bekisting yang peralatan dan perlengkapannya menggunakan gabungan antara kayu dan bahan fabrikasi. Kelebihan dari bekisting ini adalah adanya penghematan biaya karena kayu bukan material utama pada bekisting jenis ini. Kayu hanya digunakan pada bagian tertentu menggunakan bahan plywood

3. Bekisting Modern

Bekisting Modern atau knock down dengan bahan besi hollow dan plat baja ini juga lebih mudah dalam hal pemasangan dan pembongkaran. Dalam proses ini pula, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan lebih sedikit bila dibanding penggunaan bekisting konvensional. Keseluruhan material yang digunakan pada sistem ini adalah material material fabrikasi.

Karena pemasangannya sudah sangat di sederhanakan,  dari segi kerja teknisnya pun sangat ringan. Akan tetapi, pembelian bekisting ini sangat mahal. Namun bekisting knock down bisa dipakai berulang kali, tahan lama dan juga awet. Cara pemakaian dan perawatan yang tepat dapat membuat bekisting knock down ini semakin tahan lebih lama. Setelah pemakaian, elemen bekisting knock down ini sebaiknya dibersihkan dari sisa-sisa material yang menempel agar dapat digunakan lagi dengan kualitas yang tidak berkurang.

Berdasarkan pemasangannya, secara garis besar tipe dari bekisting dibedakan menjadi 2, yaitu :

1. Bekisting Semi Sistem

Bekisting semi sistem adalah bekisting yang bahan dasarnya disesuaikan dengan konstruksi beton, sehingga pengulangannya dapat dilakukan lebih banyak apabila konstruksi beton itu senditi tidak terjadi perubahan bentuk maupun ukuran. Pertimbangan penggunaan bekisting semi sistem adalah pada konstruksi yang cukup tinggi pengulangan penggunaan bekisting pada suatu pekerjaan cetakan sistem ini terbuat dari material kayu lapis atau plat, sedangkan perancah penopangnya terbuat dari baja yang difabrikasi.

Bekisting semi sistem merupakan perkembangan dari bekisting konvensional, peningkatan kualitas dari bekisting konvensional menjadi bekisting semi sisrem terletak pada penggunaan ulang bekisting itu sendiri. Material yang dibutuhkan untuk bekisting semi sistem adalah scaffolding.

2. Bekisting Sistem

Bekisting sistem atau disebut juga bekisting full system adalah bekisting yang mengalami perkembangan lebih lanjut kesebuah bekisting universal yang dengan segala kemungkinannya dapat digunakan pada berbagai macam bangunan, penggunaan bekisting sistem bertujuan untuk penggunaan ulang pakai.

Pelaksanaan bekisting sistem lebih cepat dibandingkan dengan bekisting konvensional dan semi sistem karena komponen-komponen bekisting sistem sudah ada ukuran standarnya. Pembiayaan bekisting sistem pada awalnya dapat dikatakan mahal, tetapi dengan adanya pelaksanaan yang relatif singkat dan penggunaan berulang kali, maka penambahan tidak terlalu meningkat.

Aspek Pemilihan Bekisting

Menurut Blake (1975), ada beberpa aspek yang harus diperhatikan pada pemakaian bekisting dalam suatu pekerjaan konstruksi beton. Aspek tersebut adalah :

  1. Kualitas bekisting yang akan digunakan harus tepat dan layak serta sesuai dengan bentuk pekerjaan struktur yang akan dikerjakan. Permukaan bekisting yang akan digunakan harus rata sehingga hasil permukaan beton baik.
  2. Keamanan bagi pekerja konstruksi tersebut, maka bekisting harus cukup kuat menahan beton agar tidak runtuh dan mendatangkan bahaya bagi pekerja sekitarnya
  3. Biaya pemakaian bekisting yang harus direncanakan seekonomis mungkin.

Referensi:
Gambar : www.google.com
Jurnal : http://e-journal.uajy.ac.id

INFO : Jika ada yang ingin Donasi / Support, bisa via Saweria. Terimakasih