Perancah

Pengertian Perancah

P

erancah (scaffolding) merupakan konstruksi pembantu pada pekerjaan bangunan gedung. Perancah dibuat apabila pekerjaan bangunan gedung sudah mencapai ketinggian 1,8 - 2 meter dan tidak dapat dijangkau oleh pekerja. Perancah adalah work platform sementara.

Perancah (scaffolding) adalah suatu struktur sementara yang digunakan untuk menyangga manusia dan material dalam konstruksi atau perbaikan gedung dan bangunan-bangunan besar lainnya. Biasanya perancah berbentuk suatu sistem modular dari pipa atau tabung logam, meskipun juga dapat menggunakan bahan - bahan lain. Di beberapa negara Asia seperti RRC dan Indonesia, bambu masih digunakan sebagai perancah.

Menurut Peraturan Menakertrans No1 Per/Men/1980 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan, perancah (scaffold) adalah bangunan peralatan (platform) yang dibuat untuk sementara dan digunakan sebagai penyangga tenaga kerja, bahan - bahan serta alat - alat pada setiap pekerjaan konstruksi bangunan termasuk pekerjaan dan pemeliharaan.

Perancah menurut Heinz Frick dan Pujo. L Setiawan ( 2007 ), perancah adalah konstruksi dari batang bambu, kayu, atau pipa baja yang didirikan ketika suatu gedung sedang dibangun untuk menjamin tempat kerja yang aman bagi tukang yang membangun gedung, memasang sesuatu, atau mengadakan pekerjaan pemeliharaan. Menurut fungsinya, konstruksi perancah dapat dibagi atas :

Konstruksi perancah kerja panggung

Terbuat dari bambu atau kasau (4x6 atau 5x7) sebagai kerangka perancah di bagian atasnya diberi lantai papan (kayu atau bambu) untuk tukang dan bahan bangunan. Perancah ini dapat dipindah-pindah dengan mudah karena biasanya ukuran perancah tersebut tidak besar.

Konstruksi perancah pengaman

Berfungsi sebagai pengaman tukang dan buruh yang bekerja pada ketinggian lebih dari 5,00 m diatas permukaan tanah, atau sebagai panggung pengaman bagi orang yang harus lewat dekat tempat bangunan, misalnya jika tempat bangunan terletak pada sisi jalan raya dan sebagainya, sehingga mereka aman terhadap debu dan bahan bangunan atau alat-alat yang jatuh.

Konstruksi perancah penyangga

Berfungsi menahan bagian gedung yang harus dipertahankan pada waktu membongkar sebagian atau mengadakan perbaikan terhadapnya sehingga tidak akan runtuh.

Tentu saja konstruksi perancah masing-masing pada prakteknya seringkali tidak murni, melainkan berbentuk campuran misalnya konstruksi perancah kerja yang juga berfungsi sebagai konstruksi panggung pengaman dan sebagainya.

Fungsi Perancah

Fungsi utama scaffolding yaitu sebagai tempat bekerja yang aman pada proyek konstruksi. Aman yang dimaksud adalah :

  1. Sebagai working platform sementara untuk para pekerja bangunan untuk bekerja di area yang tinggi.
  2. Sebagai pengaman keselamatan para pekerja di area ketinggian sehingga mereka dapat bekerja dengan nyaman dan efektif.
  3. Sebagai perlindungan bagi pekerja yang berada di area bawah jika ada puing - puing kecil atau peralatan yang terjatuh dari ketinggian.
  4. Sebagai jalur penghubung antara area-area kerja.
  5. Untuk gedung - gedung tinggi, biasanya diperlengkapi dengan safety net untuk melindungi area di luar area kerja dari puing - puing kecll atau peralatan yang jatuh dari ketinggian.
  6. Dapat digunakan untuk menopang cetakan beton hingga kering

Tipe Perancah

  1. Supported scaffolds, yaitu platform yang disangga oleh tiang, yang dilengkapi dengan pendukung lain seperti sambungan-sambungan, kaki-kaki, kerangka-kerangka dan outriggers.
  2. Suspended scaffolds, yaitu platform tergantung dengan tali atau lainnya.
  3. Aerial Lifts, penopang untuk mengangkat seperti “Man Baskets” atau keranjang manusia.

Syarat Perancah

Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk penggunaan perancah ialah :

  1. Scaffolding harus berdiri tegak lurus. Hal ini berguna untuk mencegah perubahan bekisting akibat gaya-gaya horizontal. Penyetelan dalam arah tegak lurus ini haruslah menggunakan bantuan waterpass. 
  2. Bila beberapa lantai bertingkat akan dicor secara berurutan, maka lendutan akibat dari lantai yang telah mengeras harus dihindarkan dengan menambahkan scaffold diperpanjangannya sebaik mungkin. 
  3. Tempat dari perancah harus dipilih sedemikian rupa sehingga beban beban dapat terbagi secara merata. Hal ini berguna untuk mencegah perubahan bentuk yang berbeda-beda akibat dari perpendekan elastis scaffolding  yang timbul karena pembebanan dan perbedaan penurunan tanah. 

Jenis - Jenis Perancah

Jenis scaffolding cukup banyak tergantung kebutuhan dan jenis proyek yang dikerjakan. berikut di bawah ini jenis-jenis scaffolding yang ada.

No Jenis Perancah Gambar
1 Perancah Andang
2 Perancah Tiang
3 Perancah Tiang Besi/Pipa
4 Perancah Besi Beroda
5 Perancah Besi Tanpa Roda
6 Perancah Menggantung
7 Perancah Frame
8 Perancah Dolken
9 Perancah Tiang Bambu

Bagian - Bagian Perancah

  1. Soleplate adalah kayu atau bahan lain sebagai bagian perancah yang langsung bersentuhan dengan tanah/dasar untuk memastikan kekuatan pijakan perancah
  2. Baseplate adalah bagian perancah yang menjadi tumpuan dari tiang-tiang standard perancah
  3. Standard adalah bagian rangka utama perancah dalam jalur vertical. Standard adalah bagian paling penting dalam perancah karena apabila salah memasang standard, maka semua bagian di atasnya bisa salah.
  4. Ledger adalah bagian rangka yang membentuk sudut 90 derajat dengan standard. Ledger lebih panjang daripada transom
  5. Transom adalah bagian horizontal perancah yang mengikat standard an transom secara horizontal
  6. Foot tie adalah bagian perancah bagian bawah yang berfungsi untuk menjadi angkur di struktur yang lebih kuat
  7. Brace adalah bagian perancah yang dipasang diagonal yang berfungsi untuk mengikat standard-standard yang ada agar lebih kuat dan beban terdistribusi secara merata. Brace dipasang bersisian dengan ledger
  8. Transverse brace adalah brace yang dipasang bersisian dengan transom
  9. Tie adalah bagian perancah di bagian atas yang berfungsi untuk menjadi angkut di struktur yan lebih kuat
  10. Working platform adalah bagian perancah yang menjadi pijakan kaki pekerja untuk bekerja
  11. Guardrail adalah bagian perancah yang paling atas berfungsi menjadi penahan tubuh pekerja dan sebagai titik angkur body harness
  12. Toe Boards adalah bagian perancah yang berada persis berhimpitan di atas working platform, berfungsi untuk menahan kaki pekerja agar tidak terperosok jatuh
  13. Putlog adalah bagian perancah yang persis di bawah working platform, berfungsi untuk memperkuat working platform agar tidak patah.

Referensi:
Gambar : www.google.com
Jurnal : http://eprints.undip.ac.id

INFO : Jika ada yang ingin Donasi / Support, bisa via Saweria. Terimakasih