Theodolite

Pengertian Theodolite

Theodolite adalah salah satu alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan tinggi tanah dengan sudut mendatar dan sudut tegak. Berbeda dengan waterpass yang hanya memiliki sudut mendatar saja. Di dalam theodolite sudut yang dapat di baca bisa sampai pada satuan sekon (detik).

Menurut Slamet Basuki (2006) Theodolite merupakan peralatan yang bekerja berdasarkan sistem optik yang mampu mengukur sudut secara vertikal dan horizontal. Adapun pengertian theodolite adalah alat yang didesain untuk mengukur sudut dan jarak optis dalam bidang geodesi dan pengukuran tanah dikenal dengan nama transit atau theodolit.

Dengan adanya teropong pada theodolite, maka theodolite dapat dibidikkan kesegala arah. Di dalam pekerjaan bangunan gedung, theodolite sering digunakan untuk menentukan sudut siku-siku pada perencanaan / pekerjaan pondasi, theodolite juga dapat digunakan untuk mengukur ketinggian suatu bangunan bertingkat.

Fungsi Theodolite

Di dalam pekerjaan – pekerjaan yang berhubungan dengan ukur tanah, theodolite sering digunakan dalam bentuk pengukuran polygon, pemetaan situasi, maupun pengamatan matahari. Theodolite juga bisa berubah fungsinya menjadi seperti Pesawat Penyipat Datar bila sudut verticalnya dibuat 90º.

Survei dengan menggunakan theodolite dilakukan bila situs yang akan dipetakan luas dan atau cukup sulit untuk diukur, dan terutama bila situs tersebut memiliki relief atau perbedaan ketinggian yang besar. Dengan menggunakan alat ini, keseluruhan kenampakan atau gejala akan dapat dipetakan dengan cepat dan efisien (Farrington 1997).

Fungsi utama dari Theodolite adalah untuk mengukur tanah. Akan tetapi, ternyata dibalik kegunaannya untuk mengukur tanah masih ada beberapa kegunaan lainnya seperti yang disebutkan di bawah ini.

  1. Jika digunakan dalam pengukuran tanah, biasanya alat ini juga dipakai untuk mengukur polygon, pengamatan matahari, dan juga pemetaan situasi.
  2. Bisa digunakan sebagai Pesawat Penyipat Datar jika ukuran sudut vertikalnya adalah 90 derajat.
  3. Dalam pekerjaan bangunan, biasanya dipakai untuk menentukan sudut siku-siku saat mengerjakan bowplank agar sudut ruangan menjadi bagus.
  4. Untuk pembuatan pondasi, theodolite ini biasanya dipakai untuk mengukur ketinggian bangunan bertingkat.

Jenis - Jenis Theodolite

Theodolite ternyata tidak hanya tertuju pada satu benda saja karena ternyata alat pengukur satu ini terdiri dari beberapa jenis jika dilihat dari konstruksi dan cara pengukurannya.

Theodolite Reiterasi

Untuk theodolite satu ini, bagian plat lingkaran skala yang posisinya mendatar menjadi satu dengan plat lingkaran nonius serta tabung sumbu pada kiap. Nah, hal ini menyebabkan lingkaran mendatar sifatnya menjadi tetap. Pada theodolite jenis ini juga terdapat pengunci plat nonius.

Theodolite Repetisi

Plat lingkaran skala mendatar pada theodolite jenis ini ditempatkan sedemikian rupa yang menyebabkan plat ini bisa berputar dengan sendirinya dengan menjadikan tabung poros sebagai sumbu putarnya. Di theodolite jenis ini terdapat dua jenis pengunci yaitu pengunci untuk lingkaran mendatar dan sekrup nonius.

Theodolite Elektro Optis

Jika dilihat dari konstruksi mekanisnya, susunan lingkaran sudut antara theodolite elektro optis dan theodolite optis ini sama. Nah, yang membedakan adalah skala lingkarannya menggunakan sistem sensor sebagai pengganti sistem lensa dan prisma lagi. Sistem sensor ini bekerja sebagai penerima gelombang elektro magnetis atau bisa dibilang juga sebagai elektro optis model.

Bagian - Bagian Theodolite

Theodolite ini disusun dari beberapa bagian. Pada bagian-bagian ini terdiri dari beberapa bagian penyusun lain yang fungsinya akan dijelaskan di bawah ini.

No Nama Kota
1 Pengarah kasar membantu mengarahkan teropong ke target secara kasar.
2 Klem pengunci vertikal mengunci teropong agar tidak dapat digerakkan secara vertikal.
3 Penggerak halus vertikal menggerakkan teropong secara vertikal ke arah rambu ukur (objek) secara halus.
4 Tempat baterai berjumlah 4 buah dengan jenis baterai A2
5 Klem pengunci lingkaran horizontal mengunci badan pesawat agar tidak dapat diputar secara horizontal.
6 Penggerak halus lingkaran horizontal menggerakkan teropong horizontal ke arah rambu ukur (objek) secara halus.
7 Sekrup pengatur nivo mengatur posisi gelembung nivo berada pada titik tengah.
8 Handle pegangan tangan pada alat.
9 Pengatur fokus lensa okuler fokus lensa okuler ke objek.
10 Nivo tabung menyetel posisi sumbu II pesawat secara horizontal, dan dapat diatur dengan 3 sekrup penyama rata.
11 Display dan papan tombol pembacaan skala lingkaran vertikal dan horizontal.
12 Nivo kotak menyetel posisi sumbu I berada pada posisi vertikal.
13 Plat dasar bertumpunya pesawat theodolite.
14 Lensa verticalizing melihat dan memosisikan sumbu I berimpit dengan titik berdiri pesawat atau titik tertentu di bumi.
15 Klem pengatur fokus benang memperjelas benang pada lensa (benang atas, benang tengah, benang bawah).

Referensi:
www.belajarsipil.com
www.theophanyelizabeth.blogspot.com

INFO : Jika ada yang ingin Donasi / Support, bisa via Saweria. Terimakasih