Tower Crane

Pengertian Tower Crane

Tower crane adalah salah satu jenis alat berat yang sering digunakan untuk membangun gedung bertingkat atau jembatan. Fungsi tower crane ini adalah untuk mengangkut material atau bahan maupun konstruksi bangunan dari bawah menuju bagian yang ada di atas. Dibandingkan dengan cara konvesional, penggunaan alat ini tentu membuat pekerjaan pengangkatan material jadi jauh lebih mudah dan hemat waktu.

Tower crane juga bisa dipakai untuk mengangkut bahan concrete bucket yang digunakan dalam proses pengecoran kolom bangunan yang lokasinya berada pada tempat yang tinggi dan mampu mengangkut aneka jenis alat bantu maupun bahan untuk membuat bekisting kolom, besi beton, struktur dan lain sebagainya.

Tower Crane adalah alat pengangkat dan pemindahan material, yang bekerja dengan prinsip kerja tali (Chudley, 2004).

Pada umumnya tower crane bisa digunakan dengan sistem sewa. sehingga pembuat atau pemborong dan kontraktor tidak perlu menyediakan sendiri. sistem pembayaran sudah termasuk biaya transportasi hingga lokasi dan teknik pemasangan serta pembongkaran sekaligus ongkos untuk mengembalikannya lagi.

Penempatan dan penggunaan alat berat ini harus dilakukan melalui perencanaan yang tepat dan matang, sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan serta struktur bangunan yang akan dibuat. Terlebih lagi bila bangunan tersebut punya ukuran yang sangat besar sehingga tower crane yang dipakai tidak hanya satu saja namun ada beberapa.

Kapasitas Tower Crane

Jarak jangkauan dari masing - masing alat berat ini harus diperhatikan sehingga bisa dijalankan secara efektif dan bisa menjangkau semua bagian proyek tanpa perlu melakukan proses bongkar pasang berkali - kali. Perlu diketahui, penggunaan tower crane yang baik adalah dapat memakai panjang lengan atau JIB Length sependek mungkin. Karena semakin jauh jarak yang harus dijangkau kemampuan angkatnya semakin menurun. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah kapasitas dari tower crane itu sendiri, yaitu kemampuan beban angkut, waktu distribusi dan jumlahnya juga harus diperhitungkan. 

Prinsip dalam penentuan beban yang bisa diangkat adalah berdasarkan prinsip momen. Semakin berat beban yang harus diangkut maka radius operasi yang dapat dicapai juga akan semakin kecil (Rahman, 2012).

Jenis - Jenis Tower crane

Tower Crane memiliki banyak model yang disesuaikan dengan kondisi proyek. Ada empat jenis Tower Crane (Chudley, 2004) yaitu :

1. Self Supporting Static Tower Crane

Tower Crane jenis ini berdiri diatas pondasi yang diam di tanah. Kemampuan mengangkut barang yang berat dan jangkauan yang luas membuat Tower Crane ini cocok untuk proyek dengan lahan terbuka yang luas.

2. Supported Static Tower Crane

Memiliki sistem kerja yang serupa dengan Self Supporting Static Tower Crane, dan digunakan jika diperlukan pengangkatan material ke tempat yang sangat tinggi. Bagian mast atau tower crane jenis ini diikatkan ke bangunan untuk memberikan tambahan stabilitas

3. Travelling Tower Crane

Tower Crane jenis ini bisa berpindah tempat, karena didirikan diatas bogi roda (sejenis roda kereta api) dan berjalan sepanjang rel. Karena dapat bergerak sepanjang rel, TC ini dapat menjangkau area proyek yang jauh lebih luas dari pada TC yang diam di tempat. Namun karena berjalan diatas rel, maka lokasi proyek harus dibuat rata agar TC dapat berjalan lancar.

4. Climbing Tower Crane

Tower Crane jenis ini biasa digunakan di bangunan tinggi yang diletakkan di dalam struktur bangunan yang dibangun. Seiring bertambah tingginya bangunan yang dibangun, TC juga ikut bertambah tinggi.

Bagian – Bagian Tower Crane

No Bagian TC Fungsi
1 Climbing Frame Bagian dari badan Tower Crane yang berfungsi sebagai penyangga saat penambahan massa.
2 Cat Head Puncak Tower Crane berfungsi sebagai tumpukan kabel jib dan counter jib.
3 Jib/boom Lengan pengangkut beban dengan panjang bermacam – macam tergantung kebutuhan.
4 Counter Jib Lengan penyeimbang terhadap beban momen dari jib.
5 Counter Weight Blok beton yang merupakan pemberat, yang dipasang pada ujung counter jib.
6 Cabin Set (Side cabin operator) Ruang operator pengendali Tower Crane.
7 Trolley Alat untuk membawa hook sehingga dapat bergerak secara horizontal sepanjang jib.
8 Hoist Bagian TC yang berfungsi sebagai alat angkat vertikal.
9 Seling Bagian TC berupa kabel baja dan merupakan bagian dari hoist.

Mekanisme Kerja Tower Crane

Mekanisme kerja Tower Crane meliputi (Rostiyanti, 2002) :

No Mekanisme TC Fungsi
1 Mekanisme Angkat (Hoisting Mechanism) Mekanisme ini digunakan untuk mengangkat beban.
2 Mekanisme Putar (Slewing Mechanism) Mekanisme yang digunakan untuk memutar jib dan counter jib sehingga dapat mencapai radius yang diinginkan.
3 Mekanisme Jalan Trolley (Trolley Travelling Mechanism) Mekanisme ini digunakan untuk menjalankan trolley maju dan mundur sepanjang jib.
4 Mekanisme Jalan (Travelling Mechanism) Mekanisme yang digunakan untuk menjalankan kereta untuk Travelling Tower Crane.

Referensi:
Gambar : www.google.com
Jurnal : www.e-journal.uajy.ac.id

INFO : Jika ada yang ingin Donasi / Support, bisa via Saweria. Terimakasih