Uji Slump

Kerucut Abram

Pengertian Uji Slump

Suatu metode yang digunakan untuk menentukan konsistensi atau kekakuan dari campuran beton segar (fresh concrete) untuk menentukan tingkat workability dari beton, cara memeriksa tinggi slump nya. Untuk uji slump test menunjukkan apakah campuran beton kekurangan, kelebihan atau cukup air. Kekentalan adukan beton disesuaikan dengan sistem transportasi, kerapatan tulangan, cara pemadatan dan jenis kontruksi.

Pengukuran dengan tes slump ini bertujuan untuk mengukur tinggi penurunan adukan beton setelah wadah diangkat. Slump yang tinggi menunjukkan bahwa adukan beton terlalu cair, begitu juga sebaliknya. Adukan beton yang mudah dikerjakan atau dituang dan dipadatkan dalam cetakan (acuan), biasanya mempunyai nilai slump antara 7 sampai 12 cm. Untuk beton yang pemadatannya dengan alat penggetar, nilai slump 5 cm masih cukup baik untuk dikerjakan. Akan tetapi jika nilai slumpnya lebih dari 12,5 cm, pemadatan dengan alat getar harus dihindari karena dapat mengakibatkan terjadinya pemisahan butir (segregasi) dan bleeding. (Wuryati S. dan Candra R.,2001)

Bahan Uji Slump

Beton Segar (fresh concrete) yang diambil secara acak agar dapat mewakili beton secara keseluruhan.

Peralatan Uji Slump

Berdasarkan PBI 1971 N.I.-2

Pengujian slump berdasarkan peraturan ini harus dilakukan dengan menggunakan peralatan sebagai berikut : kerucut abrams, batang besi penusuk dan alas. Dimensi pada kerucut terpancung memiliki diameter atas 10 cm, diameter bawah 20 cm dan tingginya mencapai 30 cm. Sedangkan, ukuran batang besi memiliki ukuran diameter 16 mm, panjang 60 cm dan ujungnya bulat. Penggunaan alas sesuai peraturan ini memiliki permukaan rata dan tidak mudah menyerap air.

Berdasarkan SNI 1972 : 2008

Proses pengukuran nilai slump pada beton segar sesuai peraturan ini membutuhkan beragam peralatan salah satunya, kerucut abrams. Ukuran dimensi pada kerucut terpancung dengan ujung atasnya maupun bawah terbuka, memiliki diameter atas mencapai 102 mm. Diameter bawah mencapai 203 mm, tinggi berkisar 305 mm dan ketebalan plat yang digunakan minimal berkisar 1,5 mm.

Tahapan Uji Slump

Uji Slump
  1. Bersihkan alat – alat tersebut sebelum digunakan untuk pengujian.
  2. Letakkan kerucut dengan diameter 20 cm berada di bawah.
  3. Injak kerucut agar tidak bergerak saat diisi beton segar.
  4. Isilah 1/3 kerucut tersebut dengan beton segar.
  5. Lalu tumbuk dengan tongkat pemadat sebanyak 25 kali tumbukan.
  6. Lakukan tumbukan sebanyak 25 kali setiap 2/3 dan 3/3 isi dari kerucut tersebut.
  7. Setelah penuh, ratakan permukaan dengan menggunakan tongkat penumbuk.
  8. Lalu angkat kerucut dengan perlahan lalu letakkan kerucut di samping benda uji dengan posisi terbalik (diameter 10 cm dibawah).
  9. Letakkan tongkat diatas kerucut.
  10. Ukur jarak antara permukaan beton segar dengan tongkat pemadat.
  11. Toleransi nilai slump dari beton segar ± 2 cm.
  12. Jika nilai slump sesuai dengan standar, maka beton dapat digunakan.

Nilai Slump Berdasarkan Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971.

PERHITUNGAN NILAI SLUMP 

Nilai Slump = Tinggi cetakan - tinggi (rata - rata benda uji)

Jenis Konstruksi  Maks Min
Dinding 12,5 5
Plat Pondasi 12,5 5
Pondasi Telapak Bertulang  12,5 5



Pondasi Telapak tidak Bertulang     9 2,5
Kaison 9 2,5
Konstruksi di bawah tanah 9 2,5



Plat 15 7,5
Balok 15 7,5
Kolom 15 7,5
Dinding 15 7,5



Pengerasan Jalan 7,5 5



Pembetonan Masal 7,5 2,5

Bentuk Uji Slump

Bentuk Uji Slump

Gambar 1 : Collapse / runtuh

Keadaan ini disebabkan terlalu banyak air / basah sehingga campuran dalam cetakan runtuh sempurna. Bisa juga karena merupakan campuran yang workabilitynya tinggi yang diperuntukkan untuk lokasi pengecoran tertentu sehingga memudahkan pemadatan,

Gambar 2 : Shear

Pada keadaan ini bagian atas sebagian bertahan, sebagian runtuh sehingga berbentuk miring, mungkin terjadi karena adukan belum rata tercampur.

Gambar 3 : True

Merupakan bentuk slump yang benar dan ideal. Jika pada sat uji slump bentuk yang dihasilkan adalah collapse atau shear, maka tidak perlu membuat campuran baru terburu - buru. Cukup ambil sample beton segar yang baru dan mengulang pengujian.


Referensi:
Gambar : www.google.com